Pegunungan Ural, Rusia – Markas Rahasia AXIS.Keheningan di laboratorium bawah tanah itu terasa lebih mencekam daripada kematian itu sendiri. George Riciteli berdiri di depan tabung isolasi, jemarinya menyentuh permukaan kaca yang dingin untuk terakhir kalinya. Di dalam sana, Bella tampak seperti patung lilin yang indah namun rapuh. Setelah perdebatan batin yang menghancurkan jiwanya, George akhirnya mengangguk pelan kepada Dr. Aris."Hentikan semuanya," bisik George. Suaranya pecah, seolah-olah setiap kata yang ia ucapkan merobek paru-parunya. "Jangan biarkan dia menderita lagi."George berbalik, tidak sanggup melihat saat mesin-mesin pendukung hidup itu dimatikan. Dengan langkah berat yang bergema di lorong baja, ia meninggalkan fasilitas itu. Ia meninggalkan hatinya di bawah tumpukan salju Rusia, terbang kembali menuju Roma untuk memikul takhta yang kini terasa seperti penjara tanpa jeruji.Namun, di balik pintu laboratorium yang tertutup rapat, Dr. Klaus von Steiner menahan tang
Last Updated : 2026-05-01 Read more