Semburat cahaya jingga di ufuk timur belum sepenuhnya jatuh menyinari Pulau Eden ketika ketegangan memuncak di salah satu kamar paviliun. Kamar yang selama lima bulan terakhir menjadi saksi bisu kecemasan, air mata, dan pergulatan batin seorang Miranda Ford kini tampak berantakan. Koper-koper kulit besar terbuka di atas ranjang, menampung pakaian-pakaian yang dilipat dengan tergesa-gesa."Cepat, Noah. Masukkan mainanmu yang tersisa ke dalam ransel. Kita harus pergi sekarang juga," perintah Miranda, suaranya bergetar menahan tekanan emosi yang mendera dadanya sejak subuh. Perintah George mutlak: pergi begitu matahari terbit.Di sudut ruangan, Noah berdiri mematung. Bocah berusia lima tahun itu tidak menyentuh ranselnya sama sekali. Wajah bulat yang biasanya ceria kini tampak mendung, matanya menatap lantai marmer dengan tatapan murung yang begitu dalam."Noah, kau dengar Mommy? Ayo cepat kemasi mainan mu," desak Miranda lagi, tangannya gemetar saat menutup ritsleting kopernya den
Terakhir Diperbarui : 2026-06-03 Baca selengkapnya