LOGIN| Khusus Dewasa | Michele Lazzaro Riciteli, Bos Mafia paling sadis dan di takuti di Roma. Parasnya yang tampan dan dingin membuat pria 30 tahun ini sangat berkharisma. Namun di balik semua itu, Michele mengidap satu penyakit langka. Penyakit yang membuatnya tidak bisa merasakan rasa sakit meski puluhan peluru bersarang di tubuhnya. Tak hanya itu, pria dengan postur tinggi kekar ini pun tak bisa mencapai puncak saat berhubungan intim dengan para wanita. Penyakit itu membuatnya frustasi dan berakhir menjadi mesin pembunuh berdarah dingin. Di suatu pesta Michele terlibat malam panas dengan seorang wanita asal Virginia bernama Meghan Crafson. Dia sangat terkejut karena bisa merasakan sensasi yang dicarinya selama ini, saat bercinta dengan Meghan. Hari berikutnya Michele mengirim orang-orang bayaran untuk mencari dan menculik Meghan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapakah Meghan dan mengapa Michele ingin menculiknya?
View MoreMatahari merambat naik menuju puncaknya saat mobil mewah yang membawa Elena memasuki pelataran sebuah bungalow megah bernuansa arsitektur Mediterania di pusat kota Palermo.Saat melangkah keluar dari mobil, mata Elena membelalak melihat deretan mobil-mobil supercar dan sedan mewah berplat khusus berjejer rapi di halaman. Nuansa kekayaan yang sangat intimidatif. Rasa gugup mendadak merayapi dadanya—ia akan berhadapan dengan keluarga besar Alando yang berkelas tinggi.Rebecca, kepala pelayan wanita berpenampilan anggun, bersama dua orang pelayan muda langsung menyambut kedatangan Elena dengan bungkukan khidmat. "Selamat datang, Nona Elena. Silakan ikuti kami."Elena dibimbing menuju sebuah ruangan rias raksasa di lantai dua. Ruangan itu dikelilingi lemari-lemari kaca yang memajang gaun-gaun haute couture edisi terbatas, deretan tas berbahan kulit eksotis, sepatu berhak tinggi, serta perhiasan berlian yang berkilauan di bawah lampu sorot.Dengan sigap dan terampil, Rebecca dan para
Kedua matanya menatap nanar pada satu titik yang hampa—sebuah kursi kayu berukir klasik di seberang meja makan kecilnya. Di sana, di tempat yang biasanya diisi oleh gelak tawa, aroma kopi hitam pekat, dan tatapan hangat Jacobs, kini hanya ada kekosongan yang membisu. Elena mengaduk sereal di mangkuknya tanpa selera. Pagi di unit apartemen itu terasa sangat dingin, dilingkupi kesunyian yang mencekat. Jacobs belum juga pulang sejak semalam, dan firasat buruk mulai merayapi benaknya.Tiba-tiba, denting bel pintu memecah keheningan apartemen. Jantung Elena melonjak. Semburat senyum lega dan kebahagiaan seketika terbit di wajah cantiknya.Jacobs! Itu pasti Jacobs! pikirnya penuh harap. Tanpa ragu, ia melangkah cepat, hampir berlari, lalu menarik gagang pintu lebar-lebar.Namun, senyum di bibir Elena seketika membeku.Bukan Jacobs yang berdiri di ambang pintu, melainkan sosok pria beraksen dingin bersetelan jas serba hitam yang sangat familier: Luca. Di belakang Luca, berdiri dua pria
Sinar matahari pagi menerobos masuk melintasi jendela ruang perawatan rumah sakit. Jacobs dan Edoardo kembali datang menjenguk Mario. Kondisi sang detektif muda tampak menunjukkan peningkatan pesat; rona wajahnya mulai kembali dan ia sudah bisa menyunggingkan senyum lebar menyambut kedatangan dua rekannya."Bagaimana keadaanmu pagi ini, Mario?" tanya Edoardo seraya menduduki kursi di samping tempat tidur."Jauh lebih baik, Edo," jawab Mario gurau. "Rasa sakitnya kalah oleh rasa bosan berbaring di sini."Jacobs melangkah maju, raut wajahnya berubah menjadi sangat serius. "Mario... sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu malam itu."Senyum di wajah Mario perlahan pudar, digantikan oleh kenangan mencekam yang membuat bulu kuduknya berdiri."Malam itu, setelah aku pulang dari rumah pacarku..." Mario memulai ceritanya dengan suara pelan. "Di persimpangan jalan sepi, sebuah truk tanpa plat nomor tiba-tiba menghantam sepeda motor dari arah samping dengan kecepatan
Suasana di dalam Muller Bridal terasa bagai dunia dongeng. Elena berdiri di atas podium bundar berlapis karpet beludru merah, mengenakan gaun pengantin model ballgown berwarna putih gading dengan ekor panjang yang menjuntai indah. Renda-renda halus melapisi bahunya, membuat wajah cantiknya kian terpancar.Betty melayaninya dengan tingkat ketelitian luar biasa, membetulkan setiap lipatan kain seolah Elena adalah seorang putri kerajaan yang akan menikah dengan raja dunia bawah tanah.Elena memutar tubuhnya di depan cermin besar, matanya berbinar-binar. Ia menoleh ke arah Rebecca yang berdiri kaku di dekat pintu masuk."Rebecca, bagaimana menurutmu? Apakah gaun ini terlalu berlebihan?" tanya Elena dengan nada riang.Sebelum Rebecca sempat menjawab, sebuah suara bariton yang berat, dalam, dan penuh keanggunan terdengar menggema dari arah pintu masuk."Sangat cantik, Elena! Kau sangat cantik dengan gaun itu!"Elena terperanjat. Ia menoleh cepat.Rebecca langsung membungkukkan badan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore