Video di monitor itu bergulung cepat, menampilkan potongan-potongan ingatan yang tidak pernah Elena miliki."Adu-h, a-apa lagi ini?" Elena terisak, memeluk dirinya sendiri. Ruangan itu terasa makin menyempit, mencekik paru-parunya.Tiba-tiba, suara dentuman keras berasal dari langit-langit ruang aman. Bukan ledakan, melainkan suara mesin yang dipaksa terbuka. Sebuah panel rahasia di sudut ruangan bergeser perlahan, menyingkap sebuah tangga darurat yang gelap dan sempit."Nona Elena! Cepat, ke sini!"Suara itu rendah tapi tegas. Elena mendongak. Di sana, berdiri Rosa, kepala pembantu yang selama ini hanya ia kenal sebagai sosok pendiam yang membawakan teh dan merapikan tempat tidurnya. Namun kini, Rosa tidak memakai seragam pelayannya. Ia mengenakan rompi taktis hitam, sebuah alat komunikasi di telinga, dan wajah yang sekeras batu karang."Rosa?" Elena terperangah."Tidak ada waktu, Nona. Marco telah berkhianat. Anak buah Leon sudah berbalik menyerang tuannya, dan ayah Sofia yang gila
Dernière mise à jour : 2026-02-16 Read More