공유

Distrik berdarah

작가: Novita Ledo
last update 게시일: 2026-02-17 21:44:36

"Ibu?" Suara Elena nyaris tidak terdengar, tertelan oleh desis pendingin udara mobil. "Ibuku sudah lama tiada, Rosa. Dia hanya seorang penjahit di pinggiran kota. Bagaimana mungkin seorang ahli pengawasan 'Unit Bayangan' berutang nyawa padanya?"

Rosa tidak segera menjawab. Matanya tetap terpaku pada jalanan aspal yang berkilat tertimpa lampu sorot mobil pengawal. Wanita tua, yang kini tak tampak tua sama sekali di balik rompi taktisnya, itu memutar kemudi dengan gerakan presisi yang mekanis.

"I
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Sumpah di Atas Reruntuhan

    Hening yang mencekam itu seolah membekukan udara di dalam kamar VVIP rumah sakit. Detak jam dinding terdengar seperti hitungan mundur menuju kehancuran total klan Ricardo.Leon mematung. Tatapannya lurus menembus dinding kosong, namun otaknya berputar dengan kecepatan yang mengerikan. Hanya ada tiga orang di dunia ini yang mengetahui kombinasi brankas rahasia berlapis baja itu. Dirinya, Hector yang jasadnya baru saja diidentifikasi di ruang forensik, dan... Rose.Rose. Kepala pelayan wanita paruh baya yang sudah mengabdi pada keluarga Ricardo sejak Leon masih remaja. Wanita yang selama ini mengurus seluruh kebutuhan domestik mansion, yang selalu menyambutnya dengan teh hangat setiap kali ia pulang dari medan pertempuran berdarah. Nyatanya, potongan gaun pelayan yang ditemukan di tangga darurat itu bukan bukti kematian, melainkan jejak pelarian setelah sebuah pengkhianatan besar."Keluar," suara Leon terdengar sangat rendah, hampir berupa bisikan, namun getaran di dalamnya membuat a

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Leon cacat

    Elena tidak mundur selangkah pun. Sepatu flat yang dikenakannya menginjak serpihan kaca tanpa ragu, menimbulkan bunyi berderit yang memekakkan keheningan kamar. Di bawah remang cahaya yang minim, ia menatap pria yang kini tampak seperti singa sekarat yang terpojok di sudut kandangnya."Keluar?" suara Elena terdengar sangat tenang, kontras dengan gemuruh di dadanya. Ia berjalan mendekat, setiap langkahnya mantap. "Setelah aku memohon pada Tuhan untuk tidak mencabut nyawamu, kamu mengusirku sekarang, Leon?""Aku bilang keluar, Elena!" Leon kembali meraung. Tangannya yang dipasang selang infus mencengkeram sprei ranjang begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Saking frustrasinya, ia mencoba menggerakkan kakinya, namun anggota tubuh bagian bawahnya itu tetap bergeming, mati rasa seperti seonggok daging tak bernyawa. Kenyataan itu menghantamnya lagi, lebih menyakitkan daripada serpihan bom. "Jangan menatapku dengan tatapan kasihan seperti itu! Aku tidak butuh belas kasihan dari mu!"

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Di Balik Puing yang Runtuh

    Rasa sakit adalah hal pertama yang menyapa kesadaran Elena."Uhuk! Uhuk!" Elena terbatuk, darah segar terasa asin di ujung lidahnya.Ia mencoba menggerakkan jemarinya. Perih. Kulit pergelangan tangannya yang terkelupas akibat paksaan memutus tali tadi kini bergesekan dengan puing tajam. Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan kengerian yang mendadak menghantam kesadarannya."Leon..." Bisikan Elena terdengar parau, nyaris tak keluar dari tenggorokannya yang kering. "Leon, kamu di mana?!"Tidak ada jawaban. Hanya ada suara panik yang luar biasa mencengkeram dada Elena. Air matanya merebak, membasahi wajahnya yang kotor berlumur debu. Apakah ini akhirnya? Apakah mereka semua mati terkubur di tempat mengerikan ini?Secara perlahan, penglihatan Elena mulai beradaptasi dengan kegelapan yang minim cahaya. Di dekatnya, sebuah balok beton besar runtuh dalam posisi miring, menciptakan rongga sempit yang secara ajaib melindungi tubuhnya dari hantaman langsung langit-langit yang runtuh.

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Pilihan Berdarah sang Mafia

    "Jangan, Leon! Jangan lakukan itu!" pekik Elena. Suaranya melengking di dalam ruangan pengap berbau semen dan darah tersebut.Detak jantung Elena berdentum begitu keras di dadanya. Rasa takut akibat trauma masa lalunya kini menguap, digantikan oleh kengerian nyata yang ada di depan mata. Ia menatap Rose, kepala pelayan paruh baya yang selalu menyambutnya dengan senyuman hangat di mansion dingin itu. Rose adalah satu-satunya orang yang tidak memandang rendah Elena saat ia pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Ricardo sebagai 'wanita pengganti'. Di klan yang kejam ini, Rose sudah seperti ibu kedua bagi Leon, dan satu-satunya figur pelindung bagi Elena di mansion Ricardo.Kini, wanita tua itu berlutut dengan sudut bibir berdarah, sementara bilah pisau berkilat tajam menempel ketat di lehernya yang mulai keriput."Tuan Muda... jangan pedulikan saya. Tekan tombolnya dan larilah bersama Nyonya!" seru Rose dengan suara serak, mengabaikan fakta bahwa pisau itu mulai menggores kulitnya

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Ilustrasi berdarah

    Aroma manis obat bius itu masih tertinggal di pangkal tenggorokannya, menyisakan rasa mual yang hebat. Ketika ia membuka mata, kegelapan kamar tidurnya telah berganti dengan pencahayaan remang-remang dari lampu dinding kuningan.Ia tidak lagi berada di atas lantai marmer kamarnya. Elena mendapati dirinya terduduk di sebuah kursi kayu tua, tangannya terikat kuat ke belakang."Leon..." bisikan itu lolos dari bibirnya yang kering. Rasa panik langsung menjalar ke seluruh tubuhnya saat mengingat kata-kata terakhir sang pengkhianat.Tangisan bayi yang tadi menyiksanya telah hilang, digantikan oleh keheningan yang jauh lebih mencekam. Elena memejamkan mata sejenak, mencoba mengumpulkan serpihan jiwanya yang sempat hancur oleh manipulasi trauma masa lalu. Ia bukan lagi gadis rapuh yang bisa diintimidasi dengan mudah. Statusnya kini adalah istri dari Leonardo Ricardo—sang penguasa tertinggi klan mafia ini. Meski pernikahan mereka berawal dari statusnya sebagai 'Wanitw pengganti' untuk memenuh

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Jebakan Psikologi

    "Siapa kamu?!" teriak Elena, dia merasa ada yang aneh.Siluet itu di ambang pintu, malah tetap bergeming. Sosok itu melangkah maju dengan sangat lambat, membiarkan keheningan malam mencengkeram atmosfer kamar yang kini gelap gulita."Berhenti, atau aku tembak!" ancam Elena lagi. Tangannya yang memegang pistol tetap kokoh, meski dadanya bergemuruh hebat akibat adrenalin yang terpompa cepat.Krrrkk...Tiba-tiba, suara statis memecah kesunyian. Suara itu bukan datang dari mulut sang penyusup, melainkan dari sistem pengeras suara tersembunyi di langit-langit kamar—jalur komunikasi internal yang seharusnya hanya bisa diakses dari ruang kendali utama mansion.“Uwaaa... Uwaaa... hiks... hiks...”Suara tangisan bayi.Suara itu melengking tinggi, memantul di dinding-dinding marmer yang dingin. Awalnya terdengar samar, namun perlahan volumenya meningkat, memenuhi setiap sudut ruangan dengan gaung yang menyayat hati.Elena seketika membeku. Seluruh darahnya seolah tersedot keluar dari wajahnya.

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Siapa Jack?

    Dinginnya borgol baja yang mengunci pergelangan tangan Leon terasa jauh lebih hangat daripada tatapan Adrian yang terakhir. Hujan badai yang mengguyur tidak sanggup mencuci noda darah di kemejanya—darah yang kini menjadi saksi bisu atas runtuhnya sebuah dinasti kriminal yang telah membusuk selama

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Andrian kena lagi

    “Monster tidak berubah. Mereka hanya bersembunyi di balik jas mahal.”Tepat saat itu, pintu ruang kerja ditendang hingga jebol. Leon berdiri di sana, napasnya tersengal, kemeja putihnya ternoda darah—entah darahnya sendiri atau darah musuhnya. Wajahnya adalah perwujudan dari kemarahan murni.“Lepas

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Andrian mulai berani

    Ketegangan di ruang tamu itu begitu pekat, seolah oksigen telah dihisap keluar oleh kehadiran Adrian Romanov. Elena, yang meringkuk di balik celah rak buku yang sedikit terbuka, bisa merasakan dinginnya lantai marmer merambat ke jemarinya. Ia menutup mulut dengan tangan, menahan isak tangis dan nap

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Lawan kembali

    Elena menatapnya seperti baru saja mendengar sesuatu yang mustahil.“Anak?” ulangnya pelan, hampir takut salah dengar.Leon tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap api di perapian, cahaya jingga memantul di wajahnya yang biasanya keras. Kali ini tidak ada topeng. Tidak ada kalkulasi.“Aku tidak p

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status