แชร์

Distrik berdarah

ผู้เขียน: Novita Ledo
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-17 21:44:36

"Ibu?" Suara Elena nyaris tidak terdengar, tertelan oleh desis pendingin udara mobil. "Ibuku sudah lama tiada, Rosa. Dia hanya seorang penjahit di pinggiran kota. Bagaimana mungkin seorang ahli pengawasan 'Unit Bayangan' berutang nyawa padanya?"

Rosa tidak segera menjawab. Matanya tetap terpaku pada jalanan aspal yang berkilat tertimpa lampu sorot mobil pengawal. Wanita tua, yang kini tak tampak tua sama sekali di balik rompi taktisnya, itu memutar kemudi dengan gerakan presisi yang mekanis.

"I
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Kebenaran dibalik sandiwara

    "Skenario?" Suara Leon terdengar parau, serak oleh rasa tidak percaya yang menghantam dadanya. "Apa maksud semua ini, Elena?!"Rose, sang kepala pelayan yang telah dianggapnya seperti ibu, melangkah mundur satu langkah, memberikan panggung sepenuhnya kepada Elena. Tidak ada lagi sisa-sisa air mata atau kelembutan seorang istri yang rapuh di wajah Elena. Yang tersisa hanyalah tatapan seorang penguasa yang dingin dan penuh perhitungan."Klan Volkov memang mengincarmu, Leon. Itu fakta," ujar Elena, suaranya tenang tanpa riak. "Namun, kabar bahwa Rose berkhianat dan membawa lari seluruh aset kita... itu adalah umpanku. Jika dunia bawah mengira klan Ricardo telah runtuh dan pemimpinnya menjadi cacat yang putus asa, mereka akan lengah. Dan yang paling penting..." Elena mendekat, menatap lurus ke dalam manik mata Leon yang bergetar. "...kamu tidak akan pernah bangkit jika terus tenggelam dalam belas kasihan dirimu sendiri."Leon tertegun. Otak jeniusnya yang sempat tumpul oleh trauma mulai m

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Twist ending

    "Kamu kehilangan kakimu, kamu dikhianati oleh Rose yang sudah seperti sosok ibu di rumah itu, dan kita kehilangan seluruh aset klan. Tapi kamu masih punya aku, Leon. Kamu tidak kehilangan istrimu.""Aku tidak pantas memilikimu lagi, Elena," bisik Leon, suaranya bergetar menahan tangis yang amat sangat jarang ia keluarkan seumur hidupnya. "Aku yang menyeretmu ke neraka ini. Aku yang membuatmu kehilangan ayahmu, kehilangan bayi kita... dan sekarang aku bahkan tidak bisa berdiri untuk melindungimu dari serigala-serigala yang akan datang menagih nyawaku.""Siapa bilang aku butuh dilindungi lagi?"Elena mengulurkan tangan kirinya, dengan lembut membingkai pipi Leon, memaksa pria itu untuk kembali menatapnya. Kali ini, tidak ada lagi ketakutan di mata Elena. Yang ada hanyalah kedamaian seorang wanita yang telah selesai dengan masa lalunya, dan siap menghadapi masa depan sekelam apa pun itu."Kematian Ayah dan Valerius telah menempuhku menjadi wanita yang berbeda, Leon. Aku bukan lagi Elena

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Sumpah di Atas Reruntuhan

    Hening yang mencekam itu seolah membekukan udara di dalam kamar VVIP rumah sakit. Detak jam dinding terdengar seperti hitungan mundur menuju kehancuran total klan Ricardo.Leon mematung. Tatapannya lurus menembus dinding kosong, namun otaknya berputar dengan kecepatan yang mengerikan. Hanya ada tiga orang di dunia ini yang mengetahui kombinasi brankas rahasia berlapis baja itu. Dirinya, Hector yang jasadnya baru saja diidentifikasi di ruang forensik, dan... Rose.Rose. Kepala pelayan wanita paruh baya yang sudah mengabdi pada keluarga Ricardo sejak Leon masih remaja. Wanita yang selama ini mengurus seluruh kebutuhan domestik mansion, yang selalu menyambutnya dengan teh hangat setiap kali ia pulang dari medan pertempuran berdarah. Nyatanya, potongan gaun pelayan yang ditemukan di tangga darurat itu bukan bukti kematian, melainkan jejak pelarian setelah sebuah pengkhianatan besar."Keluar," suara Leon terdengar sangat rendah, hampir berupa bisikan, namun getaran di dalamnya membuat a

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Leon cacat

    Elena tidak mundur selangkah pun. Sepatu flat yang dikenakannya menginjak serpihan kaca tanpa ragu, menimbulkan bunyi berderit yang memekakkan keheningan kamar. Di bawah remang cahaya yang minim, ia menatap pria yang kini tampak seperti singa sekarat yang terpojok di sudut kandangnya."Keluar?" suara Elena terdengar sangat tenang, kontras dengan gemuruh di dadanya. Ia berjalan mendekat, setiap langkahnya mantap. "Setelah aku memohon pada Tuhan untuk tidak mencabut nyawamu, kamu mengusirku sekarang, Leon?""Aku bilang keluar, Elena!" Leon kembali meraung. Tangannya yang dipasang selang infus mencengkeram sprei ranjang begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Saking frustrasinya, ia mencoba menggerakkan kakinya, namun anggota tubuh bagian bawahnya itu tetap bergeming, mati rasa seperti seonggok daging tak bernyawa. Kenyataan itu menghantamnya lagi, lebih menyakitkan daripada serpihan bom. "Jangan menatapku dengan tatapan kasihan seperti itu! Aku tidak butuh belas kasihan dari mu!"

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Di Balik Puing yang Runtuh

    Rasa sakit adalah hal pertama yang menyapa kesadaran Elena."Uhuk! Uhuk!" Elena terbatuk, darah segar terasa asin di ujung lidahnya.Ia mencoba menggerakkan jemarinya. Perih. Kulit pergelangan tangannya yang terkelupas akibat paksaan memutus tali tadi kini bergesekan dengan puing tajam. Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan kengerian yang mendadak menghantam kesadarannya."Leon..." Bisikan Elena terdengar parau, nyaris tak keluar dari tenggorokannya yang kering. "Leon, kamu di mana?!"Tidak ada jawaban. Hanya ada suara panik yang luar biasa mencengkeram dada Elena. Air matanya merebak, membasahi wajahnya yang kotor berlumur debu. Apakah ini akhirnya? Apakah mereka semua mati terkubur di tempat mengerikan ini?Secara perlahan, penglihatan Elena mulai beradaptasi dengan kegelapan yang minim cahaya. Di dekatnya, sebuah balok beton besar runtuh dalam posisi miring, menciptakan rongga sempit yang secara ajaib melindungi tubuhnya dari hantaman langsung langit-langit yang runtuh.

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Pilihan Berdarah sang Mafia

    "Jangan, Leon! Jangan lakukan itu!" pekik Elena. Suaranya melengking di dalam ruangan pengap berbau semen dan darah tersebut.Detak jantung Elena berdentum begitu keras di dadanya. Rasa takut akibat trauma masa lalunya kini menguap, digantikan oleh kengerian nyata yang ada di depan mata. Ia menatap Rose, kepala pelayan paruh baya yang selalu menyambutnya dengan senyuman hangat di mansion dingin itu. Rose adalah satu-satunya orang yang tidak memandang rendah Elena saat ia pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Ricardo sebagai 'wanita pengganti'. Di klan yang kejam ini, Rose sudah seperti ibu kedua bagi Leon, dan satu-satunya figur pelindung bagi Elena di mansion Ricardo.Kini, wanita tua itu berlutut dengan sudut bibir berdarah, sementara bilah pisau berkilat tajam menempel ketat di lehernya yang mulai keriput."Tuan Muda... jangan pedulikan saya. Tekan tombolnya dan larilah bersama Nyonya!" seru Rose dengan suara serak, mengabaikan fakta bahwa pisau itu mulai menggores kulitnya

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Pilihan ketiga

    Tak berselang lama, akhirnya helikopter itu mendarat dihalaman belakang sebuah mansion mewah.Para pekerja bergerak menolong Elean dan bos mereka-Leon tentunya.Bahkan belum sembuh Leon mengatur nafas. Sang Nyonya besar-Lady Isabella hadir, dia tidak berteriak. Ia hanya berdiri, mematung melihat de

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Dingin tapi meleleh juga

    "Ayo!" seraya menarik Elena keluar.Leon dengan pasti meninggalkan Andrian yang tengah meraung kesakitan.Angin malam yang menggigit menyapu wajah Elena, membantunya tersadar dari mimpi buruk yang baru saja ia lalui. Namun, kehangatan yang ia rasakan dari tangan Leon yang melingkar di pinggangnya t

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Aroma Bom

    Wajah Leon di layar ponsel tidak lagi menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak; yang tersisa adalah kekosongan yang jauh lebih mengerikan. Itu adalah raut wajah seorang pria yang telah menerima bahwa dia akan membakar seluruh dunia, termasuk dirinya sendiri, untuk mengambil apa yang menjadi miliknya

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Umpan segar

    Seminggu setelah insiden di dermaga, Elena meminta satu hal yang tidak bisa ditolak Leon: mengunjungi makam ayahnya di pinggiran kota yang sunyi.Leon telah menyiagakan dua lapis pengamanan, namun ia meremehkan satu hal, jika keputusasaan seorang pria yang tidak lagi memiliki apa pun untuk dipertar

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status