"Aku ingin hidupku kembali." Suara Elena memecah keheningan ruang makan yang megah. Isabella berhenti memotong daging steaknya, sementara Leon, yang duduk di seberang Elena dengan memar yang mulai membiru di pipinya, hanya menatap dengan mata tajam yang tak berkedip. "Hidup normal? Elena, kamu sudah mati di mata dunia," ucap Isabella tenang, mengusap bibirnya dengan serbet sutra. "Bukan sebagai Elena Ricardo," sahut Elena tegas. "Sebagai siapa saja. Aku ingin bekerja. Aku ingin mencium aroma kopi, melayani pelanggan, dan mendengar kebisingan kota. Jika Anda memang 'menyayangi' saya seperti yang Anda katakan, jangan kurung saya di sini. Biarkan saya bernapas bebas dari mansion." Isabella dan Leon bertukar pandang. Sebuah senyum tipis yang sulit diartikan muncul di wajah Lady Isabella. "Kehidupan yang sederhana... baiklah. Jika itu yang kamu inginkan untuk merasa aman, aku akan memberikannya." Elena bersenyum tipis," terimakasih." Keesokan harinya, Elena berdiri di depan sebu
Dernière mise à jour : 2026-02-10 Read More