Aula megah itu kini terasa seperti makam. Leon berdiri di tengah reruntuhan lampu kristal, menggenggam kertas yang telah ia remas hingga tak berbentuk. Informasi dalam dokumen medis itu, sebuah anomali jantung yang sengaja tidak dilaporkan, sebuah prosedur yang tertunda karena intervensi pihak ketiga, malah menjadi bahan bakar baru bagi kemarahannya. Namun, kemarahan itu seketika padam saat sebuah teriakan tertahan terdengar dari lantai atas.Namun tak berselang lama,"Tuan Leon! Nona Elena!" suara Rose, kepala pelayan tua yang biasanya tenang, melengking panik.Leon bergerak lebih cepat dari kilat. Ia menaiki tangga marmer, melewati koridor panjang yang dihiasi lukisan-lukisan mahal yang kini terasa tak berarti. Di ambang pintu kamar Elena, ia membeku.Elena tergeletak di lantai, hanya beberapa langkah dari tempat tidurnya. Tubuhnya meringkuk seperti janin, wajahnya sepucat kain kafan, dan napasnya terdengar pendek-pendek, seolah paru-parunya telah lupa cara menyerap oksigen. Kesedih
Dernière mise à jour : 2026-02-01 Read More