Setelah badai pengkhianatan Marta terungkap, rumah besar itu terasa seperti labirin kaca yang siap pecah kapan saja. Leon tertidur di sampingnya, sosok predator yang bahkan dalam lelapnya tetap memancarkan aura waspada—namun Elena tidak bisa memejamkan mata.Pikirannya melayang jauh, melintasi samudera, menuju sebuah kenangan yang selama ini ia kunci rapat di sudut hatinya yang paling gelap: Rumah Sakit di Swiss, setahun lalu.Tanpa sadar, air mata Elena jatuh membasahi bantal. Isaknya kecil, hampir tak terdengar, namun cukup untuk membangunkan insting tajam Leon.Leon membuka matanya seketika. Dalam kegelapan, ia melihat bahu Elena bergetar. Tanpa suara, ia menarik Elena ke dalam pelukannya, melingkarkan lengan kokohnya yang penuh bekas luka di sekeliling tubuh mungil istrinya."Elena?" suara Leon berat dan serak, sarat dengan kekhawatiran yang jarang ia tunjukkan pada dunia. "Mimpi buruk? Tentang Marta?"Elena menggeleng di dada Leon, menyembunyikan wajahnya di sana. "Bukan... bukan
Read more