Dunia Leon runtuh dalam satu frekuensi suara. Jeritan Elena melalui earpiece bukan sekadar teriakan ketakutan, itu adalah suara kehancuran yang lebih dahsyat dari apapun.Di atas kilang minyak yang dingin dan berkarat, Leon mematung. Angin laut menghantam wajahnya, membawa aroma garam dan minyak mentah, namun yang ia rasakan hanyalah kekosongan yang membeku.Di hadapannya, Maria tetap tersenyum, sebuah senyum yang menyimpan racun. Di sampingnya, pria berjubah itu berdiri seperti malaikat maut yang sedang menagih hutang lama."Pilih, Leon," suara pria itu berat, menggema di antara deru mesin helikopter. "Warisan ayahmu, atau napas anakmu?"Leon tidak menjawab. Jari telunjuknya masih menempel pada pelatuk HK416, namun tangannya bergetar hebat—sesuatu yang belum pernah terjadi selama ia menyandang gelar The Butcher. Di telinganya, suara Elena kembali terdengar, kali ini lebih lirih dan penuh keputusasaan."Leon... dia membiru. Valerius tidak bisa bernapas! Leon, tolong kami!"Leon memati
Ler mais