"Nikolai," panggil Leon. Suaranya pelan, hampir berupa bisikan, namun mampu memotong kepanikan yang menggantung di udara."Iya, Tuan?" Nikolai menegakkan posisi berdirinya, berusaha menyembunyikan getaran di suaranya."Kunci semua pintu keluar mansion. Jangan biarkan satu pun kepala divisi meninggalkan tempat ini sebelum batas waktu dua jam berakhir. Jika ada yang mencoba kabur, tembak langsung di tempat," perintah Leon dengan nada yang sangat santai, seolah ia hanya sedang memesan secangkir kopi, bukan memerintahkan eksekusi."Dimengerti, Tuan." Nikolai membungkuk hormat, lalu segera berbalik untuk menjalankan perintah tanpa banyak tanya.Setelah pintu kamar kembali tertutup, Leon membalikkan badannya ke arah Elena. Elena menatap suaminya dengan cermat. Sebagai wanita yang mendampingi sang raja mafia, ia tahu bahwa ketenangan Leon saat ini adalah tanda bahwa pria itu sedang berada dalam mode berburu yang paling mematikan."Mereka menggunakan rekaman suara Valerius hanya sebagai penga
Ler mais