Emilia menoleh cepat. Dia seperti tidak percaya seseorang memberi nilai atas dirinya.“Aku? Aku Cuma mengikuti instruksi kamu saja.”Daniel tersenyum kecil sangat kecil, namun hangat.“Itu cukup membuat kita tetap berpikir jernih.”Emilia merasakan pipinya panas. Dia menunduk.Mobil melaju melewati lampu kota, menyadari hatinya sendiri berdetak terlalu keras ketika berada di dekat Daniel.Daniel terus menyetir dengan pikirannya sendiri.Beberapa bulan terakhir, dia selalu berada di sisi Nathan dan Emilia sering berada di sisi Senian. Dalam setiap pencarian, setiap rapat darurat, setiap kejadian gawat, mereka selalu berada di ruangan yang sama, berlari menuju pintu yang sama, dan berdiri di belakang dua orang yang sama.Tanpa sadar, mereka menjadi orang pertama yang saling bertukar info, orang pertama yang saling meyakinkan, orang pertama yang saling menenangkan ketika situasi semakin gila.Daniel mengetuk setir pelan, mencari kata.“Emilia…”Suara itu membuat Emilia menoleh, sedikit t
Last Updated : 2025-12-07 Read more