Malam itu, udara dingin dan kota mulai sepi ketika Daniel memarkirkan mobilnya di depan apartemen Emilia. Lampu jalan memantulkan cahaya lembut ke kaca mobil, membuat suasana terasa lebih pribadi daripada biasanya.Emilia membuka sabuk pengamannya dengan sedikit kikuk. “Terima kasih sudah mengantar,” katanya pelan, matanya tidak berani benar-benar menatap Daniel.Daniel melihat gerakan tangannya yang gugup dan tersenyum kecil. “Aku bilang aku akan memastikan kamu tiba dengan aman,” jawabnya.Emilia mengangguk. “Iya, tapi kamu pasti capek setelah hari ini.”Daniel memiringkan kepala, memperhatikannya. “Aku tidak pernah merasa capek kalau bersamamu.”Emilia membeku. Jantungnya langsung memukul keras dadanya. Dia memutar tubuhnya sedikit, bersiap keluar. “Baiklah, aku…”Tangannya baru menyentuh pintu ketika Daniel memanggilnya.“Emilia.”Nada suaranya rendah. Serius. Ada sesuatu di baliknya yang membuat Emilia perlahan kembali menoleh.Daniel menatap matanya tanpa tergesa, seolah memast
Last Updated : 2025-12-07 Read more