Begitu mobil berhenti di mansion, Serena turun tanpa menunggu Steave membukakan pintu. Ia terus mempercepat langkah tanpa menoleh, atau berkata apa pun. Steave mengejar dengan langkah panjang. “Sayang–” Serena tidak menjawab. Ia langsung naik ke kamar, menutup pintu dengan cukup keras, cukup jelas menunjukkan batas yang tidak ingin ditembus malam ini. Di dalam kamar mandi, Serena menyalakan shower yang langsung membasahinya, bercampur dengan air mata yang akhirnya jatuh tanpa suara. Ia menunduk, menopang diri di dinding kaca, membiarkan semuanya keluar. Ia teringat saat di restoran sebelumnya, bagaimana serasinya Steave bersama Lia. Bahkan ada yang memanggil wanita itu sebagai nyonya Whitmore. Hati serena semakin pedih, tanpa berkata apa pun, ia langsung pulang hingga membuat Steave kebingungan. Di luar kamar mandi, Steave berdiri terdiam di depan pintu yang tertutup. Tangannya terangkat seolah ingin mengetuk, lalu jatuh kembali ke sisi tubuhnya. “Sayang, kamu masih ma
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-30 อ่านเพิ่มเติม