Di ruang tamu yang megah, cahaya kristal lampu menerangi wajah-wajah yang penuh dengan ketegangan. Serena duduk di samping Steave, tangannya digenggam erat oleh suaminya tapi tidak terlalu kuat, namun cukup untuk menunjukkan dominasinya. Di depan mereka, Richard duduk dengan wajah menahan emosi, sementara Oliver juga duduk di sampingnya dengan tatapan tajam yang terpaku pada Steave.Serena menunduk, tidak berani melihat ayahnya. Jantungnya berdebar kencang saat merasakan ketegangan di antara mereka. Ia tahu bahwa pertemuan ini terjadi karena surat yang diterimanya beberapa hari lalu, Steave pasti telah mengetahui hal itu dengan cara tersendiri."Kau berani mengganggu keluargaku, Richard," ujar Steave dengan suara menusuk. Ia menarik Serena lebih dekat ke tubuhnya, seperti ingin menunjukkan bahwa wanita itu miliknya sepenuhnya.Richard berdiri dengan cepat, matanya membara api kemarahan. "Aku hanya ingin menyelamatkan putriku dari cengkeramanmu yang menyiksa, Steave! Kau tahu apa ya
Read more