Serena sudah berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Wajahnya begitu pucat, dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya. Tangannya menggenggam seprai erat setiap kali kontraksi datang bergelombang.Di samping ranjang, Alessia berdiri dengan wajah sangat cemas. Ia sangat takut dan cemas, jelas masih menyalahkan dirinya sendiri.“Maaf… ini semua salahku, Nyonya,” bisik Alessia berulang kali. “Seharusnya aku–”“Jangan,” potong Serena lemah. Ia menoleh sedikit, berusaha tersenyum. “Bukan salahmu. Dengarkan aku… jangan menyalahkan dirimu.”Alessia mengangguk patuh, air mata jatuh satu per satu ke punggung tangannya sendiri. Ia mengusap keringat Serena yang terus membanjiri dahinya dengan tangan yang bergetar.“Nyonya, dokter bilang pembukaannya sudah lengkap,” ucap perawat tak lama kemudian, berusaha terdengar menenangkan. “Perdarahannya juga masih dalam batas aman. Kita akan lanjutkan persalinan normal, Nyonya.”Serena menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-26 Baca selengkapnya