"Terima kasih, Dara," ucap Satya dengan suara yang kembali normal. Dia tersenyum dan mengusap pelan surai hitam istrinya dengan penuh kasih sayang."Sama-sama, Tuan ... itu sudah kewajiban saya, jadi bagaimana? Apa enak?" tanya Dara merasa penasaran, dia mengerjapkan mata lucu dan menunggu reaksi Satya.Satya terdiam, dia mencoba menilai, wajahnya terlihat serius dengan kening yang terlihat mengkerut. "Ini ... Enak sekali, kamu pandai membuat makanan hangat." Dara bernapas lega, senyum manisnya melebar dan membuat wajah imut itu bertambah menggemaskan. "Syukurlah, jika Tuan suka, aku jadi ikut bahagia." Dara terkekeh pelan, dia lantas membuat apron yang membelit tubuhnya. Tidak lupa, Dara juga membersihkan sisa makanan yang berada di atas meja."Biar saya yang mencuci piring," ucap Satya, pria itu mulai menggulung lengan bajunya dengan cepat."Tidak usah, Tuan. Biar aku saja, lagipula ini tugas seorang istri." Dara bergerak cepat ke arah wastafel, dia tidak mungkin membiarkan Satya
Last Updated : 2025-11-20 Read more