LOGIN“Apa malam ini kamu nggak teriak bilang ‘sakit?’” ucap Satya malam itu saat bertemu Dara untuk kesekian kalinya. Ia tersenyum penuh kemenangan dan menyentuh Dara dengan penuh nafsu dan gairah yang selama ini hanya bisa ia dapat dengan Dara. Dara dijual suaminya sendiri, Rudi, untuk melunasi hutang! Yang lebih kejam: pembelinya adalah Satya, CEO kaya raya yang dulu merenggut kesuciannya. Kini, dengan harga 3 Miliar, Dara terikat pada pria yang punya "kutukan": Satya hanya bisa berhubungan intim dengannya, tak peduli wanita lain. Dara harus melayani obsesi pria yang paling dibencinya. Bisakah Dara melarikan diri dari jerat obsesi, atau ia akan selamanya menjadi 'obat' bagi sang CEO Mesum Posesif?
View MoreHubungan yang semula hanya dilandasi kepalsuan berangsur-angsur berubah menjadi sesuatu yang hangat. Hari demi hari, dinding yang selama ini membatasi keduanya perlahan runtuh tanpa mereka sadari.Setiap pukul lima sore, Dara sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum manis yang selalu berhasil menyambut kepulangan Satya. Kadang ia mengenakan gaun sederhana berwarna pastel, kadang hanya kaus rumahan dengan celemek masih terikat di pinggang. Namun, bagi Satya, pemandangan itu selalu menjadi hal yang paling ia rindukan setelah seharian berkutat dengan pekerjaan."Akhirnya pulang juga," ucap Dara ceria, mengambil tas kerja dari tangan suaminya."Menungguku lagi?" tanya Satya sambil tersenyum tipis."Memangnya boleh aku berhenti menunggu?"Pertanyaan itu membuat langkah Satya terhenti sejenak. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang semakin nyata. "Boleh ... kalau sudah bosan."Dara menggeleng cepat. "Aku belum menemukan alasan untuk bosan."Kalimat sederhana itu menghangatkan ha
Berita tentang Satya menguap begitu saja, handle sosial mediapun mereda tanpa sisa, meninggalkan jejak tanya pada beberapa yang secara terang-terangan melontarkan kata benci yang begitu nyata. Kini, Satya terlihat duduk dengan tenang, menatap layar tab yang menyala terang."Berita itu ditarik kurang dari 1x24 jam, Bos," beritahu Randy dengan wajah tenang, dia menarik kembali tab yang Satya berikan."Sudah saya katakan, Permana akan takut dengan ancaman yang saya berikan." Satya tersenyum miring, dia merasa puas dengan apa yang baru saja dia lakukan. Tatapan tajam itu beralih, pada flashdisk kecil berwarna hitam yang dia simpan dengan rapi, dia memutar benda kecil itu dan menyerahkan pada Randy."Buat penyerangan dengan benda itu. Saya mau, keluarga Permana hancur," desis Satya dingin.Randy dengan sigap menerima benda kecil itu, dia begitu hati-hati ketika benda berharga itu jatuh ke atas tangannya. Dengan cepat dia memasukkan flashdisk ke dalam kantong jas nya."Lakukan dengan bersi
Langkah itu terlihat tegas, dengan sorot mata dingin yang terlihat menatap sekitarnya. Satya terus berjalan tanpa mengindahkan tatapan beberapa orang yang terang-terangan memperhatikan dirinya.Di belakangnya Randy terlihat kewalahan mengejar langkah atasannya itu, mereka berada di salah satu perusahaan yang cukup ternama. Perusahaan milik keluarga Andin, dalang di balik berita yang sedang hangat di media sosial.Brak! Dentum suara pintu terdengar nyaring, bersamaan dengan kemunculan Satya, tatapan tajam itu menyorot pada sosok yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Satya tidak gentar, dia melangkah ke arah sofa, dan mulai duduk dengan tatapan tenang."Kau datang juga ternyata," ucap suara itu, terdengar sinis, dengan sorot dingin menatap Satya.Satya tidak menjawab, dia mengeluarkan satu bungkus rokok, dan mulai menyalakan benda itu. Asap menguar memenuhi ruangan, Randy yang berada tepat di belakang pria itu hanya mampu menarik napas, dan mengibaskan tangannya berulang."Saya data
"Terima kasih, untuk sarapannya," ujar Dara pelan, dia menunduk dengan tatapan yang fokus pada piring, yang sudah kosong. Dara meraih serbet di atas meja dan mengusap pelan bibirnya. Semua hal kecil itu tidak luput dari pandangan Satya, dia merasa gemas dengan semua hal yang Dara lakukan. Hubungan yang semula hanya sebatas kontrak, kini terjalin dengan serius."Saya pulang sedikit terlambat, nanti. Kamu bisa tidur lebih dulu, jangan menunggu," ucap Satya memecahkan keheningan.Dara mendongak, dia mengangguk pelan sebagai jawaban. Jemari lentik itu meraih gelas air putih dan meneguknya sampai habis tidak tersisa."Kenapa pulang malam?" tanya Dara pada akhirnya. Dia begitu penasaran dengan alasan yang akan Satya ucapkan."Ada beberapa rapat penting. Dan lagi, saya harus mengurus pemutusan kerja sama dengan keluarga Andin," jelas Satya dengan serius. Dia menaruh kedua tangan di atas meja, mengetuk pelan meja makan itu dengan kukunya.Dara tidak lagi menimpali ucapan Satya, dia bungkam d
Seperti apa yang Satya katakan, Dara pulang ke rumahnya. Rumah megah dan mewah yang jauh berkali-kali lipat lebih besar dari milik Rudi–mantan suaminya. Dengan langkah ragu, Dara mengikuti setiap gerak lebar dari kaki pria itu. Dia membuntuti Satya dengan jemari yang meremas ujung bajunya. Pe
Cahaya lampu putih menyilaukan. Dara membuka mata perlahan, kelopak terasa berat. Helaan napasnya pendek, tubuhnya masih lemah. Saat kesadaran berangsur kembali, pandangan pertama yang ia lihat membuat jantungnya berdegup tak karuan.Satya.Pria itu duduk di kursi dekat ranjang, kaki bersilang, jas
Satya tertegun sepersekian detik ketika tubuh mungil itu ambruk tepat di hadapannya. Suara benturan infus portabel dengan lantai terdengar nyaring, disusul helaan napas tersengal dari bibir Dara. Seketika darah Satya mendidih. Bukan karena iba, tapi karena rasa frustasi yang bercampur dengan obsesi
“Apa? Maksud Anda, saya impoten begitu?” hardik Satya, telapak tangannya menghantam meja konsultasi hingga dokter di depannya terkejut. Wajahnya tegang, rahang mengeras, sorot matanya menusuk.Dokter itu menarik napas panjang, mencoba tetap tenang. “Bukan begitu, Pak. Organ reproduksi Anda baik-bai












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore