Pintu kembali terbuka, tawa yang semula menggema berangsur mereda, seiringnya dengan langkah kaki Satya yang masuk ke dalamnya. Pria itu menaruh nampan di atas meja, lalu, bergerak mendekat pada Dara.Tubuh tinggi itu terduduk perlahan disisi Dara, mengusap pelan lengan lentik isterinya. Satya mengangkat tangan Dara perlahan, lantas mengecupnya pelan."Saya tidak menyangka, bahwa ..., Di balik tangan lentik ini, menyimpan duri yang begitu tajam," sindir Satya pelan, suaranya begitu dingin, dan terdengar tajam.Dara menghela napas pelan, dia menarik tangannya dan bersidekap dada. Netra hitam itu mengerjap pelan, tangannya terangkat dan menyelipkan helai rambut yang menjuntai ke depan.Kedua sudut bibir Dara terangkat pelan, melengkung indah dan menawan, membuat siapapun akan terpesona oleh pemikat jiwa, yang berhasil Dara bangun dengan sempurna. Jiwa lugu dan polos, yang dia bawa dari desa."Bagaimana? Anda menyesal menikahiku?" tanya Dara, nada itu terdengar jumawa, bak belati yang si
Terakhir Diperbarui : 2025-12-01 Baca selengkapnya