Akhirnya, setelah perjalanan yang terasa jauh lebih panjang dari biasanya, Dirian dan rombongannya tiba di kastil. Gerbang utama terbuka perlahan, memperlihatkan halaman luas yang sudah dipenuhi para pelayan, pengawal, dan staf istana yang berdiri rapi. Wajah-wajah mereka menampilkan kelegaan sekaligus kegembiraan, kepulangan sang duke dan duchess selalu membawa rasa aman bagi seluruh wilayah.Kereta berhenti dengan lembut. Hampir bersamaan, pintunya terbuka dan Divrio serta Dagny langsung melompat turun tanpa menunggu bantuan. Tawa mereka pecah, jernih dan riang, memecah suasana yang semula penuh formalitas. Mereka berlari kecil, gaun dan mantel mereka berkibar, lalu berhambur ke dalam pelukan Ilard, Daisy, Luna, dan Aire yang sudah menunggu dengan tangan terbuka lebar.“Nonaku… Tuanku…”Seruan penuh haru bercampur tawa menyambut mereka. Divrio memeluk Ilard erat, sementara Dagny menenggelamkan wajahnya di bahu Daisy, tertawa kecil seperti anak yang akhirnya pulang ke rumah. Keduanya
Last Updated : 2026-02-11 Read more