Selene tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap wajah suaminya, lelaki yang keras, berkuasa, dan terbiasa mengendalikan segalanya, namun malam ini tampak terganggu oleh sesuatu yang tidak bisa ia pukul, tidak bisa ia hukum, dan tidak bisa ia atur dengan perintah.Selene masih berada dalam pelukan Dirian, namun pikirannya jauh dari rasa aman yang biasanya ia temukan di sana. Ia bisa merasakan detak jantung suaminya tenang di permukaan, tapi ada sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang berdenyut tidak beraturan di balik ketenangan yang dipaksakan.“Kau tahu,” Selene membuka suara lagi, lebih lirih dari sebelumnya, “aku sudah lama bersamamu. Aku tahu kapan kau marah, kapan kau kejam, dan kapan kau hanya terluka.”Dirian tidak menjawab. Tatapannya kosong, menembus langit-langit kamar.“Kau memukul Jay,” lanjut Selene, suaranya bergetar tipis. “Bukan sekali, bukan karena emosi sesaat. Kau melakukannya karena kau merasa dikhianati. Tapi setelah itu… kau tetap tidak tenang. Itu artinya masala
Last Updated : 2026-02-13 Read more