Vanya penasaran, siapa orang yang ingin dikenalan sepupunya. Karena sudah pasti bukan orang baik-baik, Vanya terus waspada dan berhati-hati."Aku bawa pisau lipat, gunting dan semprotan cabai. Kalau ada apa-apa nanti tinggal teriak dan kabur saja," kata Vanya dalam hati."Tuan, saya sudah membawa orang yang ingin anda temui. Silakan bicara dengan santai," kata Owen, menatap seseorang yang berdiri membelakanginya.Vanya mengerutkan dahi, "kok kayak kenal ya," katanya dalam hati."Hm," gumam seseorang itu berbalik menghadap Owen dan Vanya.Vanya langsung melebarkan mata dan meningkatkan kewaspadaan."Robert," kata Vanya dalam hati."Kenapa dia ke sini?" tanya Vanya dalam hati."Kamu bisa pergi," kata Robert memerintah Owen."Baik, Tuan. Saya permisi," jawab Owen.Saat Owen hendak melangkah pergi, Vanya segera menghadang jalan Owen dan lagsung protes."Eh, mau ke mana kamu? Seenaknya ngajak, seenaknya pula pergi. Tetap di sini," kata Vanya memerintah."Vanya, orang yang mah beliau temui
Last Updated : 2025-11-13 Read more