Charlexon memegangi pipi kirinya yang ditampar Vanya. Dia menatap Vanya dan tersenyum tipis seolah merasa puas sudah ditampar.Melihat ekspresi Charlexon yang tak biasa, membuat Vanya kesal. "Apa-apaan dia ini. Apa dia sudah hilang akal sehat?" tanya Vanya dalam hati."Apa kamu sudah gila? Beraninya kamu menciumku," sentak Vanya menatap Charlexon dengan tatapan tajam menusuk."Ya, aku memang sudah gila. Bukankah sudah aku katakan sebelumnya, kalau aku ini memang gila. Apa kamu lupa, Nyonya?" jawab Charlexon."Apa? Kamu ... " kata Vanya menghentikan ucapannya."Ah, sialan! Dia beneran sudah gila. Kalau aku ladenin, yang ada aku ikutan gila. Mending aku abaikan aja dia," kata Vanya dalam hati."Aku malas banyak omong denganmu. Ini peringatan terakhir, jadi dengar baik-baik. Sekali lagi kamu berani macam-macam kayak gini, aku nggak akan segan lagi. Camkan baik-baik," kata Vanya menunjuk wajah Hansel.Vanya berbalik, hendak pergi, tetapi tangannya langsung ditarik Charlexon dan Vanya did
Terakhir Diperbarui : 2025-11-07 Baca selengkapnya