Sejak keduanya saling diam. Baik Charlexon ataupun Mamanya, sama-sama saling berpikir."Ma," panggil Charlexon."Hm, Mama di sini. Mama mendengarkan ceritamu kok," jawab sang Mama."Sayangku, mama tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi ingatlah kalau Mama dan Papa selalu ada buatmu. Jangan ragu buat minta bantuan kami," kata sang Mama."Ma, apa menurut Mama, aku ini egois? Apa aku terlalu memaksakan kehendakku untuk bisa mendapatkannya?" tanya Charlexon."Kenapa kamu bicara seperti itu, Nak?" tanya sang Mama."Karena aku dengan nggak tahu malunya selalu mucul dihadapannya seperti hantu gentayangan. Aku terus mengatakan aku menyukai, menyayangi dan mencintainya setiap kami bertemu. Aku dengan sadar diri ingin memperlihatkan betapa besar perasaanku padanya," jawab Charlexon."Jadi, kamu maunya bagaimana? Apa rencanamu selanjutnya?" tanya sang Mama."Entahlah, Ma. Aku nggak bisa mikir. Makanya aku minum di bar," jawab Charlexon seolah putus asa."Hm ... gimana kalau kamu memberikan dirimu
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya