“Mel, suara Mas bisa didengar?”Dengan sentuhan perlahan, Melia menekan bluetooth earphone yang terpasang di satu telinga. “Oke Mas. Aku bisa dengar.” bisik Melia. Jantungnya seakan melompat-lompat. Tubuhnya menegang, rasa cemas sekaligus takut menguasai batinnya.Suara Dimas terdengar perlahan dari perangkat penghasil suara di telinga Melia. “Kondisi sekitar kamu aman?”Melia melirik ke kanan dan kiri, memeriksa situasi–pengunjung tak terlalu ramai, senior yang biasa mendampinginya sedang tidak berada di sekitar. Sedangkan Pak Reno, kini bersama rombongan tamu kehormatannya, mereka berdiri mengobrol di tepi kolam ikan tak jauh di depan kasir. Walau jaraknya tak terlalu jauh, mereka tampak tenggelam dalam perbincangan.“Aman Mas.” Melia berbisik mantap, tangannya pura-pura melap meja kasir.“Good. Sekarang, lihat layar monitor depan kamu. Ada teks panjang di bagian atas layar, itu alamat URL website-nya. Bacain ke Mas.”Melia berkedip, lalu merendahkan bahunya seolah mencari sesuatu d
Last Updated : 2025-12-03 Read more