Dimas mengusap kening Karina yang basah dengan keringat. Jantungnya berdegup cepat, gabungan rasa takut dan sisa getaran aktivitas intim mereka sebelumnya.“Gelap? Gelap gimana?” Dimas mengernyit, tak bisa menyembunyikan kepanikan.Karina mengangguk satu kali, sangat pelan, dan masih dengan matanya yang terpejam. “Iya. cuma sekilas. Kayak berputar. Tapi … sekarang lebih baik.” Karina menarik tangan Dimas, menggenggamnya lembut, seolah mencari rasa aman.Tanpa melepas genggaman itu, Dimas buru-buru bangkit, meraih selimut dan menutupi Karina perlahan. Gegas dia mengangkat punggung Karina dengan satu tangan, lalu mengatur tumpukan bantal di belakang Karina agar wanita itu bisa bersandar nyaman dengan posisi kepala lebih tinggi.“Kar, jangan paksa gerak ya. Kamu istirahat dulu. Aku ambilin kamu minum.” Dimas mengusap sisa keringat di wajah Karina sejenak, lalu memakai celananya dengan cepat dan beranjak menuju dapur. Saat tangannya mengisi air minum dari dispenser, pikirannya yang berat
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya