Di tengah momen yang menghentikan waktu itu, Karina berbisik pelan di telinga Dimas, “Dim … malam ini … boleh ya?”Dimas membeku, tak langsung menjawab. Dia menarik bahu Karina menjauh agar mampu menatap langsung ke mata wanita itu, mencari kesungguhan. Sepasang mata Dimas berkilat penuh gairah. Karina, tubuhnya, pesonanya dan segala godaannya, telah melampaui seluruh level pertahanan Dimas. Terlalu kuat, terlalu dahsyat untuk dia kalahkan.Harusnya dia menjawab, ‘tidak’. Namun, getaran di sekujur tubuhnya, tatapannya, deru napasnya, semua sudah lebih dari sekadar jawaban jujur. Dia menginginkan Karina lebih dari apa pun. Dimas mendekatkan wajahnya, untuk sekali lagi, menghirup aroma wangi yang menguar di sekitar tulang selangka wanita itu. Aroma harum yang familiar itu membuat rasa hausnya memuncak, hingga secara naluriah giginya mendaratkan gigitan yang membuat Karina tersentak menahan desahan.Dimas mendongak, menatap Karina dengan mata menggelap penuh gairah. Dadanya naik turun
Last Updated : 2025-12-20 Read more