“Good. tensi kamu normal.” Dimas menatap Karina, tersenyum lega. “Seminggu ini, angkanya selalu konsisten di batas normal.” lanjutnya, masih belum melepas tatapannya.Karina tersenyum lembut, dia beralih menatap angka diastole dan sistole di layar tensimeter digital yang kini dimatikan oleh Dimas. Pria itu dengan cekatan merapikan kembali perangkat tensimeter yang dibeli Dimas dadakan di apotek sekembalinya dari rumah sakit waktu itu.Sejujurnya, sejak dokter bilang kehamilan Karina rentan dan harus memperhatikan kondisi emosional, termasuk peringatan khusus untuk hubungan seksual yang penuh kehati-hatian, Karina sadar. Dimas sedikit berubah. Pria itu terasa jelas mulai menjaga jarak, terutama jika berkaitan dengan kontak fisik. Setiap kali Karina mendekat, bahkan meski hanya merapatkan badannya saat tanpa sengaja melewati pintu, Dimas lekas menjauh. Jika terjadi hanya sekali, mungkin Karina bisa mengerti karena mungkin saja itu hanya kebetulan.Tetapi, Dimas selalu melakukannya seti
Last Updated : 2025-12-14 Read more