Karina tiba-tiba mendekat, tangannya merapikan kerah kemeja Dimas dengan gerakan telaten. Telapak tangannya lalu bergeser ke dada Dimas, menepuk-nepuk pelan kain kemeja itu seperti membersihkan debu tak kasat mata. Jemari lentiknya kemudian bergerak turun meraih tangan kanan Dimas, mengangkatnya dan memberikan ciuman khidmat di punggung tangan.Sebuah gestur alami seorang istri yang melepas suaminya bekerja. Sekaligus, sesuatu yang membuat Dimas menegang dalam sesak sekaligus haru. Dari sudut matanya, Dimas bisa menangkap tatapan Bude Yanti yang kini penuh dengan binar ‘oh, romantisnya pasutri ini.’Karina meluruskan punggung, menatap Dimas dengan senyum lembut dan tatapan hangat yang sulit diartikan, antara totalitas sandiwara atau perasaan yang tulus. “Hati-hati di jalan.”Dimas berdehem pelan, berusaha menjaga kewarasannya di depan Bude Yanti. Dia meraih tangan Karina, meremasnya sekilas sebagai kode ‘terima kasih’ sekaligus ‘hati-hati’, lalu berpaling ke arah tetangga mereka.“Mar
Last Updated : 2026-01-15 Read more