“Aku kan udah janji. Kamu akan segera cerai. Aku akan usahakan apa pun.” Kedua tangan Dimas menangkup sisi wajah Karina. Pandangan mereka bertemu, saling bertukar tatapan haru dan takjub. Hingga, sebuah kecupan yang cukup lama mendarat di kening Karina. Wanita itu memejamkan mata, menyesapi bukti kebahagiaan yang nyata. Detik itulah, air matanya menetes.Impian Karina untuk bercerai dari Reno, ternyata sudah begitu dekat. Sebentar lagi, dia bisa memiliki keluarga yang utuh, tanpa harus merasakan tekanan sosial: malu, harus bersembunyi, takut dihakimi tak bermoral, dan rasa ingin menyembunyikan perut buncitnya dari dunia, semua itu tak lagi perlu dia rasakan.Benaknya membayangkan, selega apa hidupnya kelak jika dia tak lagi harus bersandiwara di depan tetangga, berpura-pura sebagai istri sah, dan tak perlu lagi sembunyi-sembunyi karena hamil dengan pria yang bukan suaminya.Dimas menjauhkan wajah. Jarinya mengusap jejak air mata Karina. “Nanti kucarikan pengacara terkemuka, kalau per
Last Updated : 2026-01-20 Read more