Tok! Tok! Tok! Tok!Seseorang mengetuk pintu.Tok! Tok! Tok! Lagi, dan ketukan terakhir terasa bagai siraman air es yang membekukan ketegangan seketika.Keduanya terpaku, saling menatap dengan napas memburu. Sepasang mata Dimas yang sebelumnya menggelap karena gairah, kini tajam dan penuh waspada.“Mbak … Mbak Karina …!”Mengenali suara pria yang khas itu, Dimas menghembuskan napas lega.Jimmy.Masih menatap Karina lekat, satu tangan Dimas menangkup sisi wajah wanita itu.“Aku cek dulu ke depan.” Satu kecupan kilat mendarat di bibir Karina. “Kamu, segera pakai baju. Istirahat.”Namun ketika Dimas hendak berdiri, Karina seperti tak memberi ruang untuknya bergerak. Alih-alih bangkit, wanita itu malah menahan tangan Dimas, seolah mencegahnya pergi.“Dim ….” Karina bergumam lirih. Ekspresinya murung, seperti belum rela jika hal yang tadi mereka lakukan akhirnya terjeda. Melihat reaksi itu, sebelah sudut bibir Dimas naik.“Aku temui Jimmy dulu, sebelum dia dobrak pintu.” ucapnya pelan, la
Last Updated : 2026-02-12 Read more