“Tuan, saya sudah mendapat informasi untuk siapa Zaki bekerja.”Dimas terdiam sejenak. Pada saat yang sama, Karina keluar dari kamar dengan membawa satu tas jinjing besar yang tampaknya berisi beberapa potong pakaian. Wanita itu berjalan perlahan menghampiri Dimas dan duduk di sebelahnya.Dimas menarik napas dalam-dalam. Jika tebakannya tepat, maka Zaki semestinya bekerja untuk Bobby, putra Pak Ragil—yang tak lain adik sepupu mendiang Armanatya. “Jadi … apa yang kamu dapat?”“Zaki, tidak bekerja untuk Pak Bobby, Tuan. Melainkan teman dekat Pak Bobby, yaitu Pak Victor. Pria ini sering terlihat bersama Pak Bobby dalam beberapa kesempatan, salah satu pemegang saham mayoritas anak perusahaan Surya Nagara, dan … punya hubungan yang sangat dekat dengan Pak Bobby.”Menarik. Bukan orang yang sama, tetapi mereka saling terkait.“Apa Zaki tahu kalau kamu membuntuti dia?”“Tidak, Tuan. Saya melakukannya secara diam-diam.”“Bagus. Terima kasih, Rudi.” Dimas menutup sambungan telepon. Pria itu
Read more