“Jadi, setelah hampir satu bulan di sini, kalian nemuin sesuatu yang mencurigakan nggak dari penghuni kos-kosan di sini?” Dimas membuka suara. Di lantai kamar Agus dan Jimmy, mereka duduk bertiga membentuk lingkaran.“Hm … “ Agus melirik ke arah Jimmy sekilas. “Saya sih, nggak curiga ke siapa-siapa ya Mas.” gumamnya, lalu mengembalikan pandangan ke arah Dimas.“Gue ya, gue sih curiga sama si Zaki. Itu orang kasarnya kebangetan. Inget nggak kemarin waktu gue nggak sengaja numpahin air panas ke baju dia?”“Yaa itu sih kamunya juga yang kebangetan, Koh.” Agus melirik sinis ke arah Jimmy, yang langsung dibalas tatapan tajam Jimmy.“Gue nggak sengaja anjir!” “Selain itu?” Dimas buru-buru memotong. “Kalian curiga sama Irwan nggak? Atau Zee? Amel? Nita?” Agus dan Jimmy mengernyit. Tiba-tiba, Jimmy menepuk keras tangannya.“Dim! Gue juga baru inget nih. Kemarin waktu gue lagi ngetik di pinggir pintu, itu dia jalan mondar mandir di depan kamar lo!”Dimas menyipitkan mata. “Serius?” “Serius!
Read more