“Dia bilang, ‘kita ketahuan. Bakar habis kosan itu tengah malam nanti’.”Agus membekap mulut dengan mata yang kian melebar. Sementara Dimas, membeku. Pandangannya turun selagi pikirannya berputar keras.Tengah malam. Diliriknya jam tangan pintar di lengan. Sekarang hampir pukul setengah empat sore. Tidak sampai satu hari hingga mereka mengeksekusi habis seluruh kosan ini.Itu pun kalau kabar yang disampaikan Jimmy akurat dan sesuai rencana.“Terus kita harus gimana ya, ini?” Agus melirik panik ke arah Dimas dan Jimmy bergantian.Sementara Dimas, bergeming dengan tangan bertopang di dagu. Otaknya sibuk mengatur rencana. Namun satu yang paling mengganggu pikirannya—Karina.“Oke. Gini. Sore ini, sebelum gelap, pastikan kalian udah pindahin barang-barang kalian yang penting-penting. Nyalain lampu kamar, tinggalin sandal di depan pintu, boleh nyalain suara TV pelan, pokoknya buat suasana seolah-olah ada orang di dalam kamar. Jangan sampai mereka curiga kalau bangunan kosan ini sudah koson
Read more