Selama ini Khaelia memang takut kala bertemu Kaspia dan Eiwa. Sesama manusia, sama-sama membutuhkan udara untuk bernapas, berpijak di bumi yang sama, dan juga berdarah merah. Perbedaan besar justru pada status sosial. Sebagai yatim piatu, tidak punya banyak harta dan mengandalkan gaji untuk hidup, Khaelia merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.Kaspia yang selalu bertutur kata tanpa sopan santun, blak-blakan, dan cenderung menghina, tidak pernah membuatnya nyaman apalagi untuk berdekatan. Sedangkan Eiwa memang lebih ramah, baik, dan lembut padanya. Tetap saja ada tembok tinggi di antara mereka yang tidak berani didaki apalagi diterobos. Khaelia cukup tahu diri dengan statusnya untuk tidak membuat masalah bagi keduanya. Sayangnya, saat ini masalah besar sedang dibuatnya dan membuat sepasang suami istri itu meradang di depannya.Carter menolak untuk melepaskan cengkeraman di pinggang Khaelia. Ia tetap tenang dengan pandangan tertuju pada orang tuanya, se
Read more