"Selamat, Sissy! Kau mendapatkan bunganya dan aku berharap kau juga bisa bahagia seperti kami."Rania langsung memeluk Sissy begitu acara lempar bunganya berakhir. Sissy juga kegirangan sendiri. "Tinggal menunggu kapan aku akan dilamar saja, tapi lihatlah dia masih gengsi, padahal saat sedang berdua, dia tidak seperti itu!" Rania terkikik mendengarnya. "Selamat! Selamat! Segeralah menyusul Lucas, Surya! Kau harus menikah juga agar bekerja bisa lebih semangat karena ada anak istri yang harus kau nafkahi!" seru Lisbeth sambil terkekeh. "Ah, iya, Bu," jawab Surya sungkan. "Jangan terlalu lama menggantung anak orang!" "Baik, Bu," jawab Surya lagi. Tepat saat itu, orang tua Sissy pun menghampiri dan Surya kembali sungkan menyapa mereka. "Oh, jadi ini pria yang diceritakan oleh Sissy." "Apa kabar, Om, Tante. Ini pertemuan pertama kita," sapa Surya dengan sopan. "Wah, tubuhmu besar dan terlihat kuat. Pasti kau bisa menjaga Sissy yang sendirian di kota ini, apalagi setelah Rania men
Last Updated : 2026-01-21 Read more