"Cup cup, ada apa, Sayang? Mengapa Raline menangis?" Rania terus menimang Raline malam itu. Tubuh anak itu tidak demam, minum susunya pun cukup, tapi sejak tadi Raline tidak berhenti rewel. David sendiri beberapa kali mau menangis melihat kembarannya menangis, tapi Yetty dan dua baby sitter berusaha keras membuat David tetap tenang. David pun dibawa keluar kamar oleh para baby sitter, sedangkan Raline ditenangkan di kamar. "Tidak biasanya dia menangis seperti ini, biasanya dia sangat tenang, Rania," seru Yetty yang ikut cemas melihat cucunya itu. "Iya, Ibu. Cup cup, Sayang." "Atau mungkin dia merindukan Papanya? Dia kan sangat dekat dengan Lucas." Seperti anak perempuan pada umumnya, Raline sangat manja pada Lucas. Dan Lucas sendiri juga sangat memanjakan anak perempuannya itu. "Ah, mungkin saja, Ibu." "Apa kau tidak mencoba menelepon Lucas?" "Dia masih ada pertemuan, aku tidak berani mengganggunya. Tidak apa, Sayang, sama Mama dulu ya. Nanti kita akan telepon Papa kalau Papa
Last Updated : 2026-01-31 Read more