Aksa meletakan ponselnya di lemari kecil di samping tempat tidur. “Maaf ya kak Liam, kakak ipar. Aku hanya mengikuti keinginan nenek, aku juga ingin segera ada yang memanggilku paman tampan soalnya.” gumamnya menatap langit-langit kamar sang kakak.Aksa terkekeh sendiri membayangkan kelak sang keponakan memanggilnya “Paman tampan.” apalagi jika keponakannya perempuan, akan dia pastikan membuat keponakannya selalu menempel padanya.Kanaya dan Liam baru saja tiba di kamar, Liam bersiap untuk membersihkan diri duluan.“Kamu kenapa?” tanya Liam melihat Kanaya duduk di tepi tempat tidur dengan gelisah.“Nggak tahu gerah banget kak, perasaan tadi sudah aku hidupin acnya.” sahut Kanaya mengusap-usap leher dan mencoba mengibas-ngibaskan pakaiannya.Liam mendekat setelah dirasa ada yang aneh dengan Kanaya, dia memegang leher dan dahi wanita tersebut untuk mengecheck kondisinya. Namun dia terkejut saat tiba-tiba Kanaya memeluk tubuhnya.“Kak, sepertinya ada yang tidak beres dengan tubuhku,” uca
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya