Rambut Vina tampak berantakan, napasnya memburu, dan kedua matanya memerah. Kebencian yang telah menumpuk terlalu lama perlahan melahap kewarasannya hingga satu-satunya pikiran yang tersisa hanyalah berharap Harris mati.Di atas arena duel, Rey, Dion, dan Raditya turut berubah serius setelah mendengar penjelasan Arief Wibisana. Tanpa saling memberi aba-aba, ketiganya serempak melangkah maju dan berdiri di depan Harris, membentuk barisan pelindung. Mereka telah mengakui Harris sebagai pemimpin. Menghadapi musuh sekuat apa pun, sudah menjadi kewajiban mereka untuk berada di garis terdepan.Meski begitu, ketegangan tetap terlihat jelas dari wajah mereka. Jika Arief sampai memberikan penilaian setinggi itu, berarti kekuatan Ariel memang berada jauh di atas gabungan kemampuan mereka bertiga. Mereka bertiga jelas berbeda dengan Harris.Ekspresi Harris tetap tenang, tetapi ada satu hal yang cukup membuatnya penasaran.Dari mana Keluarga Viresta di Kota Adhirajasa berhasil menemukan petarung
Read more