Harris mengabaikan ancaman itu. Dia berjalan ke sisi ranjang, mengangkat perlahan lengan Nadira yang patah, lalu berkata dengan suara pelan, "Ini mungkin akan sedikit sakit, jadi tahan sebentar."Nadira mengangguk pelan. Wajahnya memang pucat, tetapi sorot matanya tetap tenang.Harris menarik napas dalam, lalu ekspresinya seketika menjadi serius. Tangannya bergerak sangat cepat hingga meninggalkan bayangan.Krek! Krek! Krek!Serangkaian bunyi pergeseran tulang langsung terdengar. Dalam sekejap, tulang-tulang yang patah kembali ke posisi semula.Setelah itu, Harris mengambil kain yang telah disiapkannya, membalut lengan Nadira dengan perban, lalu melilitkannya beberapa kali hingga terpasang dengan rapi.Proses itu berlangsung sangat cepat.Nadira bahkan belum sempat merasakan sakit ketika lengannya sudah selesai dibalut, sedangkan Kayla yang berdiri di samping hanya bisa membelalakkan mata karena terkejut. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.‘Cepat sekali…’Namun, Harris tidak memperdu
اقرأ المزيد