Bahkan dari kejauhan, Velia bisa melihat bagaimana jakun itu bergerak saat Leo menelan minumannya. Senyuman Velia terbit. "Dia meminumnya! Dia sudah meminumnya!" Velia pun buru-buru mencari pelayan pria yang tadi membantunya. Mendadak ia butuh bantuan untuk membawa Leo ke kamar. Untungnya, Velia menemukan pria itu dengan cepat. "Hei, kau!" "Ah, iya, ada yang aku bantu lagi, Bu?" "Kemari!" Lagi-lagi Velia membawa pria muda itu sedikit menjauh dan memberinya uang lagi. "Kali ini tugasmu adalah membawa Pak Leo pergi dari sana, kau tahu Pak Leo sudah mabuk kan? Bantu dia dan arahkan dia untuk istirahat di kamar saja!" "Di kamarnya sendiri maksudnya?" "Tentu saja di kamarnya sendiri. Kamar 808, itu kamarnya. Pastikan dia masuk, tapi jangan tutup rapat pintunya, tunggu aku datang. Kau mengerti?""Ah, baik, Bu!" Sang pelayan bernama Heri itu pun pergi dan stand by di dekat Leo kalau Leo butuh bantuan. Awalnya Leo masih merasa baik-baik saja dan masih mengobrol dengan makin banyak or
Ler mais