"Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu menganggap asisten suaminya itu sebagai pria culun. "Apa maksudnya, Eddy?" protes Elisa. "Kita sudah sepakat tentang ini kan, Sayang?" "Tapi ...." Elisa melirik Leo yang masih berdiri di dekat pintu. "Bisakah kau keluar dulu, Leo? Aku mau bicara dengan suamiku." "Aku akan keluar, Bu." Dengan patuh, Leo pun langsung keluar begitu saja. Pria itu terlalu diam, hanya bicara saat diajak bicara, hanya menurut setiap diberi perintah, dan selalu datar tanpa ekspresi seolah tidak memiliki emosi. Segera setelah pintu tertutup, Elisa pun kembali menatap suaminya. "Eddy, aku masih belum setuju tentang ini." "Sayang, kau harus hamil dalam tahun ini demi warisan Grandpa." "Aku tahu, tapi masih ada wa
Last Updated : 2026-03-03 Read more