Share

Pengakuan

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-10-03 10:53:07

"Dia sama sekali bukan pria yang mudah, Velia! Sama sekali bukan pria yang mudah!" seru Rosie begitu Leo dan timnya sudah keluar dari sana.

"Aku sudah bilang sejak awal kalau ini salah kan? Tapi kalian tidak mau mendengarkan aku!" omel Terry.

Velia yang masih berjalan mondar-mandir pun makin marah.

"Diam! Diam semuanya! Jangan membuatku makin pusing!" bentaknya.

Rosie dan Terry pun terdiam dengan napas yang masih tersengal.

"Baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Velia?"

"Aku t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
lullaby_dreamy
Velia ceroboh, ngapain jg sampe suruh Heri brhenti kerja . yaa makin mncurigakanlah .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pengakuan

    "Dia sama sekali bukan pria yang mudah, Velia! Sama sekali bukan pria yang mudah!" seru Rosie begitu Leo dan timnya sudah keluar dari sana. "Aku sudah bilang sejak awal kalau ini salah kan? Tapi kalian tidak mau mendengarkan aku!" omel Terry. Velia yang masih berjalan mondar-mandir pun makin marah. "Diam! Diam semuanya! Jangan membuatku makin pusing!" bentaknya. Rosie dan Terry pun terdiam dengan napas yang masih tersengal. "Baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Velia?" "Aku tidak tahu, Rosie! Aku tidak tahu! Berhenti bertanya dan berhenti bicara! Aku makin pusing! Sial! Yang pasti aku tidak melangkah sejauh ini untuk membiarkannya begitu saja, tapi aku juga takut untuk melangkah lebih jauh! Siallll!!!"Velia masih ketakutan dan ia tidak bisa berpikir apa pun. Ia pun memastikan Heri tidak bicara dan menyuruhnya keluar saja dari hotel. Tentu saja Velia memberinya banyak uang sebagai ganti gajinya selama satu tahun. Sedangkan Leo yang seharusnya pulang besok, malah ak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ketegasan

    Elisa mimpi buruk malam itu. Dalam mimpinya, ia melihat Velia menggandeng tangan Leo pergi sampai Elisa terus menjerit. "Jangan pergi, Leo! Jangan pergi!" Elisa pun terbangun dengan kaget dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya. "Ya ampun, aku hanya bermimpi. Ah, dadaku kencang sekali." Tepat saat itu, Alden merengek pelan. Elisa pun langsung mengangkatnya dan menyusuinya. Untung saja Alden minum susu dengan tenang dan rakus sampai kedua dada Elisa yang tadinya kencang mulai terasa lega. Namun, ingatan akan mimpi tadi masih menghantuinya. "Mimpi apa itu? Pasti karena aku terlalu banyak memikirkan Leo dan Velia tadi. Bisa-bisanya Velia muncul di mimpiku. Tapi jam berapa ini?" Elisa meraih ponsel untuk melihat jam dan jam masih menunjukkan jam tiga subuh, tapi ada pesan yang dibalas oleh Leo sekitar lima menit yang lalu. "Maafkan aku, Sayang, aku tertidur tadi. Aku akan meneleponmu saat kau bangun nanti." Elisa langsung tersenyum sumringah. "Lima men

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aman

    "Ini CCTV di ballroom, Pak." Manager hotel dan petugas CCTV membantu Leo memeriksa CCTV. Mereka melihat semua alurnya sejak Leo masuk ke ballroom, tapi tidak ditemukan keanehan sama sekali. Posisi saat Velia memanggil Heri dan memberikan obat tidak terdeteksi di CCTV sehingga Leo tidak menemukan bukti apa pun. "Itu pelayan yang memberikan aku minum." "Dia memang pelayan di sini, sudah bekerja sekitar setengah tahun, tidak pernah ada masalah dengannya, Pak." "Dia juga pelayan yang membantuku naik ke kamar. Sekarang coba cek CCTV di depan kamarku." Petugas menunjukkan CCTV di depan kamar Leo, tapi CCTV-nya mati. Rosie sendiri tadi dibantu oleh orang dalam untuk mematikan CCTV dan itu dilakukan di luar pengawasan petugas CCTV."Maaf, Pak, aku belum tahu apa kesalahannya, tapi kebetulan CCTV sedang mati di lorong itu. Memang ada beberapa CCTV di lorong yang mati dan sedang dilakukan perbaikan." Rusman menggeram. "Hal seperti ini harus dilakukan segera, jangan ditunda! Kita tidak pe

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tutup Mulut

    Untuk sesaat, suasana masih hening sejenak saat Leo dan Velia bertatapan. Keduanya sama-sama tidak gentar. Namun, Leo lebih yakin pada dirinya, bukan pada cerita Velia. Leo pun segera mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di bawah lantai. Bahkan ia tidak perlu repot memakai bajunya dulu, tapi langsung meraih teleponnya dulu. Tatapan Leo sempat goyah melihat nama Elisa yang meneleponnya beberapa kali dan mengirim pesan. Leo membacanya dulu. Elisa mengirim foto anak mereka yang membuat tatapan Leo menghangat. "Anak kita sudah tidur sangat nyenyak, tapi aku masih belum tidur. Aku menunggu teleponmu, Leo." Leo mengepalkan tangannya geram, marah pada dirinya yang tidak jadi menelepon istrinya karena sedang dalam pengaruh obat tadi. "Sial!" geram Leo lagi, sebelum ia menelepon seseorang. Telepon itu tidak langsung diangkat karena sekarang sudah tengah malam, butuh waktu sebelum akhirnya teleponnya diangkat. "Halo, selamat malam, dengan Pak Rusman?" sapa Leo di teleponnya. "Maaf

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ikatan Seumur Hidup

    Velia benar-benar mengira rencananya akan berjalan sempurna. Saat Leo tidur, Velia akan merangsangnya, membuatnya bangun, dan setelah itu, Velia akan dengan mudah menyatukan dirinya dengan Leo. Namun, di luar dugaan, Leo malah bangun dan membuat Velia merasa seperti maling yang ketahuan saat ini. Bahkan Velia masih dalam pose memanjat tubuh pria itu, belum sepenuhnya duduk di atasnya. Pose yang sangat aneh dan membuatnya malu. Apalagi saat Leo mendadak bangkit berdiri dan membuat Velia terjungkal kembali ke ranjang. Velia terjungkal dengan gaya yang tidak indah. Ia sudah telanjang bulat dan kakinya terbuka. Sudah pasti miliknya di bawah sana terlihat jelas, itu pun kalau Leo melihatnya. Namun, sialnya, Leo tidak melihat apa pun karena ia sudah terlalu sibuk meraih handuknya dan melilitnya lagi ke pinggangnya. Leo pun langsung menatap Velia dengan tatapan penuh amarah. "Aku tanya sekali lagi apa yang kau lakukan di ranjangku, Velia?" bentak Leo sambil melotot marah. Leo juga tida

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Wanita di Ranjangnya

    Leo masih melangkah gontai ke arah ranjangnya. Pandangannya masih blur, bahkan lampu terasa menyilaukan baginya sampai matanya sakit. Sambil tetap melangkah gontai, Leo mencari saklar lampu dan berhasil mematikan sebagian besar lampu di kamar itu, hanya tersisa cahaya remang-remang dari lampu meja dan lampu kamar mandi. Leo terus menggelengkan kepalanya, tubuhnya sudah setengah lemas tapi masih menggigil kedinginan. Ia pun melangkah lebih cepat, lalu membaringkan dirinya sendiri dengan kasar di sisi ranjang. "Sial! Sial!" Hanya itu yang bisa Leo ucapkan di saat rasa di tubuhnya masih tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Matanya mulai terpejam dan tubuhnya mulai melemah, tapi satu orang yang masih ia ingat. "Elisa ...," lirih Leo, sebelum ia menutup matanya, terhanyut dalam tidur lelap mendadak. Leo pun sama sekali tidak sadar kalau saat ini pintu kamarnya sudah dibuka. Velia yang membuka kamar begitu kaget melihat kondisi kamar yang gelap, hanya ada cahaya remang-remang. Mat

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status