"Selamat, akhirnya kau bebas, Susan!" Hari itu, hari yang dinantikan Susan pun tiba. Setelah dua tahun dikurung dalam penjara, akhirnya ia bebas juga. Susan sampai tidak bisa tidur semalam dan ia tidak berhenti merinding. Saat pertama kali dikurung rasanya ingin mati saja. Susan tidak biasa tidur di tempat keras, tidak biasa mandi dengan tempat jorok, tidak biasa makan seadanya, tidak bisa berkumpul bersama orang-orang yang rendahan menurutnya. Susan dan Hilda mengamuk seperti orang gila dan membenci semua orang. Hingga perlahan, ketenangan muncul di hatinya. Yang awalnya tidak bisa menjadi bisa, yang awalnya semua buruk, kini terlihat tidak buruk lagi. Dan yang awalnya Susan ingin meninggalkan semua orang di sana, kali ini, hatinya terasa berat, apalagi harus meninggalkan ibunya. "Jaga dirimu, Susan! Jangan berbuat jahat lagi!" pesan napi yang lain. "Pasti! Pasti! Terima kasih!" Susan pun menatap ibunya dan mendadak berlutut di kaki Hilda. "Ibu ..." "Apa yang kau lakukan, Sus
Read More