Kematian Dirga menjadi pukulan paling telak dalam hidup Nara. Lebih menyakitkan lagi, jasad suaminya tak pernah ditemukan. Pesawat itu jatuh di atas pegunungan terjal, tertutup kabut dan jurang curam. Tim evakuasi kesulitan menjangkau lokasi. Setiap berita yang muncul hanya berisi kalimat yang sama: proses pencarian masih berlangsung. Seminggu berlalu, namun bagi Nara, rasanya seperti setahun. Setiap hari ia memantau media sosial resmi maskapai. Duduk diam dengan ponsel di tangan, menatap layar seolah dari sana keajaiban bisa muncul. Hanya itu yang mampu ia lakukan, sementara tubuhnya semakin melemah karena kehamilan yang rapuh. Dokter sudah berulang kali mengingatkan. “Usahakan tetap tenang. Jangan stres, jangan terlalu lelah. Kandungan Anda lemah,” ucap dokter siang itu dengan nada serius. Nara hanya mengangguk. Bibirnya pucat, matanya kosong. Meski hatinya hancur, ia memaksa dirinya untuk percaya—Dirga akan pulang. Setiap malam ia berdoa, memohon pada Tuhan agar suaminya dij
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-04 Mehr lesen