"Non, Nara… di depan ada tamu," suara bibi terdengar lembut namun sedikit ragu pagi itu, tepat ketika Nara tengah menyuapi sarapan Dianisa.Nara menoleh sebentar. Tangannya tetap terulur, menyodorkan sendok kecil ke mulut bayi cantik yang berada dalam gendongan baby sitter."Siapa, Bi?" tanyanya singkat, lalu kembali fokus pada Dianisa yang menggerak-gerakkan bibir mungilnya minta disuapi. "Seorang wanita, Non. Katanya ingin bertemu dengan Non Nara," jawab bibi.Nara menghentikan gerakannya. Ia berdiri, lalu menyerahkan mangkuk bubur di tangannya pada pengasuh Dianisa."Tolong disuapi ya, Mbak," pintanya pada pengasuh keponakannya itu. Langkahnya ringan namun penuh tanda tanya saat menuju teras. Namun begitu tiba, Nara terkejut. Tubuhnya mematung dengan matanya berkedip beberapa kali, seolah ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya bukan sekadar ilusi."Kamu?" ucapnya lirih, nyaris tak percaya."Hai," sapa Sarah ceria sambil melambaikan tangan. Senyum lebar menghiasi wajah cantikn
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-04 Mehr lesen