"Ada apa lagi sekarang?"Suara Max terdengar penasaran saat menerima teleponku.Aku berdiri di dekat jendela kantor sambil menatap keluar. Dadaku masih naik turun menahan emosi setelah berbicara dengan Cindy."Yang kau katakan hari itu... Ayo kita cari buktinya," ucapku tanpa bertele-tele.Max terdengar hampir tertawa, tetapi berhasil menahannya. "Kukira kau tidak percaya dengan teoriku. Kau bilang itu omong kosong."Aku mengangguk panjang. menyadari kekeliruanku sendiri. "Aku salah," akuku pelan. "Sekarang, aku rasa semua hal perlu diselidiki. Apalagi kalau menyangkut nama baik Sam."Max kemudian bertanya, "Kau yakin siap melakukannya?""Aku siap." Jawabanku keluar tanpa ragu."Kau juga siap menerima segala konsekuensinya?"Aku menggigit bibir. Suara Max kembali terdengar, lebih menekan."Termasuk kehilangan orang yang kau sayangi?"Aku benar-benar terdiam. Jantungku berdebar karena aku tahu apa yang dia maksud. Untuk sesaat, aku merasa ragu. "Audrey... kalau kau mau bertindak, kau
Read more