로그인Cinta terlarang yang melanggar batas dunia, juga nurani. Sam Arsen. Sosok pria matang, kharismatik, sekaligus terlarang. Di mata dunia, dia pria berwibawa dengan reputasi tak bercela. Bagiku? Dia adalah godaan yang menyiksa. Harusnya aku hanya melihatnya sebagai ayah dari sahabatku. Seseorang yang tak boleh kusentuh, apalagi kucintai. Namun… kejadian malam itu mengubah segalanya. Sisi lain di balik wajah tampan dan senyum teduhnya perlahan meruntuhkan benteng pertahananku. Aku tahu, satu sentuhan darinya saja bisa menghancurkan segalanya — persahabatanku, reputasiku, bahkan hidupku sendiri. Tapi… apa aku sanggup menghindar, ketika setiap tatapannya membuatku yakin, aku bukanlah satu-satunya yang terbakar?
더 보기“Jadi kau mau menerima tawaran itu?” Irish bertanya serius padaku.Aku yang sejak tadi duduk bersandar di kepala ranjang hanya bisa mengangguk pelan. Jemariku masih sibuk memainkan ujung selimut karena gugup.“Aku tak punya cara lain lagi.”Irish yang duduk di sebelahku menghela napas panjang. Rambut wisudanya tadi sudah dilepas dan kini jatuh berantakan di bahunya. Meski begitu, wajahnya masih terlihat lelah setelah seharian menghadiri acara kelulusan.“Kau benar,” gumamnya akhirnya.Suasana kamar mendadak sunyi. Sejak datang tadi, aku sudah menceritakan semua hal yanb terjadi saat dia tak ada. Tak ada lagi yang kusembunyikan.Rasanya aneh, akhirnya bisa bicara tanpa takut dihakimi.Irish juga tidak terlihat terlalu terkejut lagi. Mungkin karena dia sudah mengetahui inti masalahnya lebih dulu dari Sean dan Sam.“Kau pasti melewati banyak masa sulit sendirian.”Irish meraih tanganku pelan. Genggamannya yang hangat membuat dadaku langsung sesak.“Maaf karena tak mempercayaimu.”Aku bur
Irish menatapku dengan mata merah dan penuh emosi yang bercampur aduk. Marah. Kecewa. Sedih. Juga... terluka.“Kenapa kau tidak mau jujur selama ini dan membiarkan aku terus salah sangka?”Tangannya mencengkeram kedua lenganku lalu mengguncang tubuhku cukup keras.“Aku terus membencimu, Audrey!”Aku hanya bisa tertunduk diam. Bibirku bergetar pelan saat berusaha menahan air mata yang mulai memenuhi pelupuk mata.Apa yang harus kukatakan sekarang?Bahwa aku takut?Bahwa aku terlalu malu dengan kenyataan hidupku sendiri?Atau bahwa aku bahkan tak tahu harus mulai menjelaskan dari mana?Irish perlahan melepaskan pegangannya dengan lemah. Dia mundur setengah langkah sambil menutup wajahnya sesaat. Isak kecil terdengar dari bibirnya.“Kupikir kau bercanda soal rasa sukamu pada paman,” ucapnya lirih dengan suara tercekat. “Kupikir itu cuma kekaguman remaja sepertiku... tapi ternyata...”Aku langsung mengangkat wajah dan menatapnya penuh kebingungan.“Dari mana kau tahu soal aku dan paman?”
Pesan terakhir Max tak berhenti berputar dalam kepalaku.Sepanjang jalan aku terus memikirkannya. Aku tak bisa mengulur waktu lebih lama lagi. Aku harus menyelesaikan semuanya sebelum kondisiku menarik perhatian semua orang. Aku membuka layar kamera, menatap wajahku dan langsung meringis. "Astaga... mukaku terlihat seperti donat."Berat badanku entah naik berapa kilo sekarang. Aku mungkin tak menyadarinya jika bukan karena teguran Max."Mungkin dia benar, aku harus membatasi pergaulan sekarang." Aku melirik dua benda yang kuletakkan di kursi sebelahku, lalu bergumam pelan, "sebaiknya kutitipkan saja." Sopir melirikku dari spion sebelum mobil berhenti. "Perlu kutemani, Nona?"“Tidak perlu,” kataku pada sopir sebelum membuka pintu mobil. “Tunggu di sini saja. Aku tidak akan lama.”“Baik, Nona.”Aku menghembuskan napas keras kemudian melangkah masuk ke area kampus yang masih sangat ramai. Acara wisuda rupanya baru saja selesai. Di mana-mana orang sibuk tertawa, berfoto dan membawa bi
Seluruh tubuhku membeku di tempat karena terkejut.Wajahku langsung memanas. "K—kau," ibu sampai kehilangan kata melihat kejadian tak terduga itu.Sam mundur perlahan tanpa canggung. “Selamat malam, Audrey.”Aku mengangguk sekali, meski jantungku rasanya hampir meloncat keluar. Lalu dia pergi begitu saja. Meninggalkanku berdiri kaku di depan rumah dengan wajah panas merona dan ibu yang masih menatapku tidak percaya."Apa dia sudah gila? Bagaimana kalau ada tetangga yang melihat?" Ibu langsung keluar dan menarikku masuk ke dalam rumah. Pintu rumah tertutup keras. Namun aku masih berdiri mematung di depan ibu, seolah tubuhku tertinggal beberapa menit di belakang bersama kecupan hangat di keningku tadi.Ya Tuhan...Dia sungguh berani melakukannya di depan ibu.Aku tanpa sadar mengangkat tangan menyentuh kening sendiri. Masih terasa hangat. Dan entah kenapa, semakin kuingat ekspresi tenang Sam setelah melakukannya, semakin sulit menahan senyum yang terus naik sendiri.“Audrey! Berhenti
Tanganku terhenti seketika, tak jadi memutar gagang pintu.Kuberanikan diri menoleh kembali padanya. Max masih berdiri dalam posisi sebelumnya. Tatapan mata dan ekspresinya yang ambigu sungguh menyiksa otakku. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan.Aku tak paham apa sebenarnya yang dia inginkan. Di
"Aku sungguh minta maaf…" lirihku dari luar pintu kamar mandi di kamarku. "Aku tidak sengaja."Di dalam terdengar suara air keran yang berhenti. Lalu berganti suara Max yang menjawab tenang."Kau tidak perlu minta maaf berulang kali."Aku menunduk, menatap lantai. Mengingat kejadian tadi sungguh me
Aku bergegas masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa yang datang. Tatapanku pertama kali menemukan ibu yang duduk tegak di sofa. Lalu perlahan bergeser ke sofa di seberangnya.“Hai, Audrey. Kau baru pulang?”Aku terhenyak sesaat. Rasa tegang yang sempat mengikat dadaku perlahan mereda saat menyada
"Kau terlihat terkejut," ucap Max mengamati perubahan ekspresiku.Aku cepat menggeleng dan kembali tersenyum. "Silakan lanjutkan."“Oke. Kau akan mulai dari hal paling dasar. Data, arsip, pencatatan koleksi. Kau akan melihat bagaimana sebuah karya masuk, diverifikasi, dinilai, lalu dipersiapkan unt






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 하기