“Aku yang akan bicara dengan dokter,” kata Sam terdengar mantap. Perawat itu mengangguk lega. “Baik. Silakan ikut saya, Tuan.” Aku langsung bergerak. “Aku juga—” “Tidak.” Sam menoleh padaku dengan tangan terangkat. “Kau sudah setuju untuk pulang.” “Apa? Sam, itu tadi berbe—” “Sopir Max masih di luar,” potongnya. “Minta dia mengantarmu.” Aku menggeleng, emosiku kembali naik. “Aku tidak akan pergi saat situasinya memburuk.” “Kau tidak akan membantu apa-apa di sini. Kehadiranmu justru akan membuat Max makin tertutup soal kondisinya.” Aku terbungkam menatapnya, mencoba membaca apa yang sebenarnya dia sembunyikan. “Kau tahu sesuatu, kan?” desakku pelan. “Aku akan mengurus Max. Aku juga yang akan menghubungi keluarganya,” ucap Sam tanpa menjawab pertanyaanku. Tangannya sempat menyentuh lenganku, singkat, sebelum dia berbalik mengikuti perawat. Aku berdiri di tempat, melihat punggungnya menjauh dengan langkah cepat. Tanpa ragu. Seolah dia sudah pernah menghadapi ini
Read more