Di sisi lain, pencarian yang dilakukan para prajurit Rourke berlangsung tanpa hasil. Selama berjam-jam mereka menyisir setiap jengkal tepian sungai, mengorek-ngorek kolam yang tenang, memeriksa setiap tumpukan ranting dan akar yang bisa menjebak tubuh. Suara panggilan mereka yang semula penuh semangat, berubah menjadi teriakan letih yang tenggelam dalam gemuruh air. Kaki mereka tergores batu tajam, seragam basah kuyup memberatkan langkah, dan dinginnya air sungai mulai merasuk ke tulang."Sial, tidak ada apa-apa!" geram salah seorang prajurit, melemparkan tongkat pengaduknya ke air. "Bahkan sehelai kain pun tidak!"Yang lain hanya mengangguk lelah, bersandar di batu besar. Mereka telah mencapai titik pertemuan dua anak sungai, jauh dari lokasi tebing, dan tetap kosong. Anggapan awal bahwa mayat atau orang hidup akan tersangkut di suatu tempat, terbukti salah. Sungai itu seolah menyembunyikan rahasianya dengan amat baik.Kapten Rourke, yang wajahnya semakin
Terakhir Diperbarui : 2025-12-22 Baca selengkapnya