Dimensi abu-abu itu tiba-tiba berdenyut, dinding-dindingnya yang seperti permukaan air mulai beriak. Alexander duduk terpaku di sofanya, matanya yang kosong menatap sesuatu yang tidak terlihat oleh siapa pun—kecuali dirinya sendiri. Ingatan itu datang, tidak diundang, tidak diminta, tetapi selalu tepat, seperti tamu lama yang tahu kapan harus kembali.Y**Flashback**Itu adalah hari yang terik di akhir musim panas, jenis hari di mana udara terasa berat dan lembap, dan bahkan belalang pun terlalu lelah untuk melompat. Alexander sedang berjongkok di tepi jalan lama yang menuju ke selatan, memperbaiki pagar kayu yang ambruk diterjang rusa semalam. Keringat membasahi punggung kemeja raminya yang tipis, dan ia menggerutu setiap kali palu kayunya meleset dari pasak. Dunianya, saat itu, hanyalah setumpuk kayu, seutas tali, dan rasa kesal karena pekerjaannya terganggu.Lalu, dari kejauhan, ia mendengarnya. Bukan suara kuda atau derit roda gerobak, melainkan suara m
Last Updated : 2026-02-23 Read more